Minggu, 13 Februari 2011
PADI TEMPAT TERAKHIRLirik
Lagu Tempat Terakhir Padi
Meskipun aku di surga
Mungkin aku tak bahagia
Bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu
Lama sudah kau menemani langkah kaki
Di sepanjang perjalanan hidup penuh cerita
Kau adalah bagian hidupku
Dan akupun menjadi bagian dalam hidupmu
Yang tak terpisah
Bridge :
Kau bagaikan angin di bawah sayapku
Sendiri aku tak bisa seimbang
Apa jadinya bila kau tak di sisi
Reff :
Meskipun aku di surga
Mungkin aku tak bahagia
Bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu
Aku ingin kau menjadi bidadariku di sana,
Tempat terakhir melabuhkan hidup di keabadian
berkahlangkah.com
Bila nanti aku kehilangan, mungkin itu hanya sesaat
Karena kuyakin kita kan bertemu lagi
Meskipun aku di surga
Mungkin aku tak bahagia
Bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu
Lama sudah kau menemani langkah kaki
Di sepanjang perjalanan hidup penuh cerita
Kau adalah bagian hidupku
Dan akupun menjadi bagian dalam hidupmu
Yang tak terpisah
Bridge :
Kau bagaikan angin di bawah sayapku
Sendiri aku tak bisa seimbang
Apa jadinya bila kau tak di sisi
Reff :
Meskipun aku di surga
Mungkin aku tak bahagia
Bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu
Aku ingin kau menjadi bidadariku di sana,
Tempat terakhir melabuhkan hidup di keabadian
berkahlangkah.com
Bila nanti aku kehilangan, mungkin itu hanya sesaat
Karena kuyakin kita kan bertemu lagi
Senin, 20 Desember 2010
BONDAN & FADE 2 BLACK
Apa kata yang tepat untuk protes terhadap waktu
Rhyme style apa yang pas untuk demo sedih diriku
Air mataku sanggup katakan lebih banyak dari pada
pesan yang disampaikan semua kata
Yoo.. yo capital A. N. double much respect fo ya
Kau Selalu karyakan beat untuk rima ber-lima
Meski jarak terbentang ambisi bukan halangannya
Roda dua F1Z menghempas debu Bogor-Jakarta
Sahabat terbaik dalam mengejar mimpi
Teman terhebatku untuk dapat berdiri
Kawan yang tepat untuk sharing hal-hal kecil
Kuping yang pas untuk
Untuk dengar rima Cypress Hill
Masih tergambar jelas alunan takdir
Kita lewati malam dengan sebotol bir
Bicara, tertawa, bertingkah semaunya
Sudah saatnya kau tenang di alam sana
Reff
Hari - hari yang kan ku jalani
Kini semua kan terasa sunyi ...
Walau hampa pasti ku hadapi
Ku ucapkan slamat jalan ...
Slamat jalan teman, semoga kau tenang
Semua canda tawa bayangmu takkan pernah hilang
Dalam setiap langkah, kau slalu ada
Sampai kini ku tak percaya kau telah tiada
Yo.. yo.. Mungkin batu nisan pisahkan dunia kita
Namun ambisimu kan TETAP kujaga slalu membara
HANYALAH doa yang slalu kubaca
Menemani langkahmu menuju singgasana surga
Back to Reff
Selamat tinggal
tidur yang lelap
mimpi yang indah
slamat jalan
Selamat tinggal (We love you my brother you'll always in my heart)
tidur yang lelap (Even now and forever we'll always one blood)
mimpi yang indah (Hope God give you heaven, may God be with you)
slamat jalan
kami detik ini tanpa kau seperti minus 1
Kami hisap King Arthur untuk kau kawan
Kami minum ini hanya untukmu teman
Kau adalah milik-Nya, dan kepada-Nya lah kau kembali
Sampai bertemu Brother, dialam sana nanti
Rhyme In Peace
Rhyme style apa yang pas untuk demo sedih diriku
Air mataku sanggup katakan lebih banyak dari pada
pesan yang disampaikan semua kata
Yoo.. yo capital A. N. double much respect fo ya
Kau Selalu karyakan beat untuk rima ber-lima
Meski jarak terbentang ambisi bukan halangannya
Roda dua F1Z menghempas debu Bogor-Jakarta
Sahabat terbaik dalam mengejar mimpi
Teman terhebatku untuk dapat berdiri
Kawan yang tepat untuk sharing hal-hal kecil
Kuping yang pas untuk
Untuk dengar rima Cypress Hill
Masih tergambar jelas alunan takdir
Kita lewati malam dengan sebotol bir
Bicara, tertawa, bertingkah semaunya
Sudah saatnya kau tenang di alam sana
Reff
Hari - hari yang kan ku jalani
Kini semua kan terasa sunyi ...
Walau hampa pasti ku hadapi
Ku ucapkan slamat jalan ...
Slamat jalan teman, semoga kau tenang
Semua canda tawa bayangmu takkan pernah hilang
Dalam setiap langkah, kau slalu ada
Sampai kini ku tak percaya kau telah tiada
Yo.. yo.. Mungkin batu nisan pisahkan dunia kita
Namun ambisimu kan TETAP kujaga slalu membara
HANYALAH doa yang slalu kubaca
Menemani langkahmu menuju singgasana surga
Back to Reff
Selamat tinggal
tidur yang lelap
mimpi yang indah
slamat jalan
Selamat tinggal (We love you my brother you'll always in my heart)
tidur yang lelap (Even now and forever we'll always one blood)
mimpi yang indah (Hope God give you heaven, may God be with you)
slamat jalan
kami detik ini tanpa kau seperti minus 1
Kami hisap King Arthur untuk kau kawan
Kami minum ini hanya untukmu teman
Kau adalah milik-Nya, dan kepada-Nya lah kau kembali
Sampai bertemu Brother, dialam sana nanti
Rhyme In Peace
Sabtu, 18 Desember 2010
Cerita Cinta yang Usang
Dahulu………..
Baharu kita, dalam lautan biru
Biduk kita elok menari membelai ombak
Angin dan badaipun seolah jadi musik pengiring………
Biduk kita sedemikian asiknya ……
Gemulai…..
tarikan tarian cinta
Dahulu……..
Menyatu kita
di atas Biduk itu
Tangis kita sulam jadi puisi
Tawa kita rajut jadi lagu
Dan Genggaman tangan kita yang kian erat
menyulap Biduk ini
Menjadi permadani surgawi
Hadirkan Singgasana kasih
Titah2 manis turun … bagai hujan
tahtakan sejuta rindu.
Kau dan Aku menauhid
dalam kata dan itikad
hingga ganas lautan ini
seolah menambah nikmatnya petualangan cinta
Rasa takutpun tersipu malu
dan " Dermaga Impian " terasa demikian dekatnya
Hingga datang suatu ketika
Saat Pulau tujuan tlah di pelupuk mata
Biduk Kita yang terasa sempurna
tersusupi oleh pangeran kesombongan
Dan…………
Perahu kita yang selama ini kita jaga
tiba tiba terbelah olehnya……
Lautan buaspun bersorak kegirangan
Satu persatu tubuh kita tercabik oleh gelombang " Curiga "
Dan…….badai " dendam" binasakan semua
Kini…………..
Kau dan Aku……….
Tinggallah Cerita usang
dari zaman ke zaman…… slalu terulang……………..Makrifat Instant
Baharu kita, dalam lautan biru
Biduk kita elok menari membelai ombak
Angin dan badaipun seolah jadi musik pengiring………
Biduk kita sedemikian asiknya ……
Gemulai…..
tarikan tarian cinta
Dahulu……..
Menyatu kita
di atas Biduk itu
Tangis kita sulam jadi puisi
Tawa kita rajut jadi lagu
Dan Genggaman tangan kita yang kian erat
menyulap Biduk ini
Menjadi permadani surgawi
Hadirkan Singgasana kasih
Titah2 manis turun … bagai hujan
tahtakan sejuta rindu.
Kau dan Aku menauhid
dalam kata dan itikad
hingga ganas lautan ini
seolah menambah nikmatnya petualangan cinta
Rasa takutpun tersipu malu
dan " Dermaga Impian " terasa demikian dekatnya
Hingga datang suatu ketika
Saat Pulau tujuan tlah di pelupuk mata
Biduk Kita yang terasa sempurna
tersusupi oleh pangeran kesombongan
Dan…………
Perahu kita yang selama ini kita jaga
tiba tiba terbelah olehnya……
Lautan buaspun bersorak kegirangan
Satu persatu tubuh kita tercabik oleh gelombang " Curiga "
Dan…….badai " dendam" binasakan semua
Kini…………..
Kau dan Aku……….
Tinggallah Cerita usang
dari zaman ke zaman…… slalu terulang……………..Makrifat Instant
Langganan:
Komentar (Atom)